The History of America / Blog / Christopher Columbus / Bagaimana Christopher Columbus menemukan Amerika?

Bagaimana Christopher Columbus menemukan Amerika?

Pada 10 Oktober, Amerika Serikat merayakan Hari Columbus.

Pada tanggal 12, sejumlah negara Amerika Latin merayakan Día de la Raza, hari yang sama dengan Hari Nasional Spanyol. Pada peluang liburan ini mengenang kedatangan Christopher Columbus di Amerika pada 12 Oktober 1492, semua jurnalis junior franceinfo junior mewawancarai seorang spesialis pengembara terkenal ini.

Siapa Christopher Columbus? Cristoforo Colombo , yang dinamakan di Prancis Christopher Columbus, bermunculan di Genoa, Italia, pada 1451. Bergairah mengenai perjalanan, ia pindah ke Portugal pada umur 25 tahun. Dia membuat tidak sedikit pelayaran maritim dan belajar ilmu navigasi.

Pada ketika itu, perniagaan antara negara-negara Eropa dan negara-negara Asia dan Timur Tengah , yang sudah dipraktekkan semenjak jaman dahulu, menjadi lebih susah . Ottoman memberi batas rute melewati Mediterania dan Portugis mengendalikan rute pelayaran yang melalui Afrika. Ini ialah dua teknik yang diketahui orang Eropa untuk mengerjakan perjalanan ke Asia.

Tapi Christopher Columbus yakin bahwa Bumi tersebut bulat. Berdasarkan keterangan dari dia, satu samudra mengasingkan Eropa dari Asia. Dia hendak pergi ke barat untuk menjangkau India , di mana perniagaan rempah-rempah dipraktikkan.

Ekspedisi kesatu

Untuk mengupayakan petualangan ini, Christopher Columbus memerlukan uang. Raja Portugal menampik untuk membantunya, namun ia meyakinkan raja-raja Spanyol, Isabella dari Kastilia dan Ferdinand dari Aragon , untuk mengongkosi ekspedisinya.

Pada 3 Agustus 1492, 3 kapalnya, La Pinta , La Niña dan Santa María , meninggalkan Palos de la Frontera , suatu pelabuhan di Andalusia, di unsur selatan Spanyol. Setelah berhenti di Kepulauan Canary , mereka melanjutkan pulang laut ke barat pada 9 September. 36 hari kemudian, pada tanggal 12 Oktober 1492, mereka tiba di tanah yang tidak diketahui oleh orang Eropa. Christopher Columbus mengira dia terdapat di Asia. Bahkan, ia tiba di suatu pulau di Bahama , di lepas pantai Florida, di Amerika Serikat bagian unsur selatan hari ini. Dia lantas menemukan pulau Kuba, kemudian Haiti. 6 bulan kemudian, Christopher Columbus pulang ke Spanyol. Dia mengisahkan penemuannya dan menjadi pahlawan. Dia bahkan bakal dimuliakan. Pada sejumlah kesempatan, Christopher Columbus bakal mengulang perjalanan , mengejar setiap kali tanah baru: Guadeloupe, Puerto Rico, pantai Amerika, dll.

Pertemuan orang Eropa dan “Indian Amerika” kita mendengarnya dalam wawancara wartawan kecil: benua Amerika dihuni sejumlah ribu tahun sebelum kedatangan Christoper Columbus , berkat migrasi dari Asia. Selama periode yang paling dingin, yang dinamakan “glaciations”, memang barangkali untuk pergi dari Siberia ke Alaska dengan berlangsung kaki seraya berjalan di atas es. Columbus bukan orang Eropa kesatu yang mengejar Amerika. 500 tahun sebelum dia, Viking , dari Eropa Utara dalam drakars , telah menjangkau pantai Kanada di Amerika Utara. Namun kedatangan Christopher Columbus menandai mula kolonisasi benua Amerika oleh orang Eropa . Mendarat di “Dunia Baru” ini, orang-orang Eropa memungut kepemilikan atas tanah warga setempat, yang Columbus sebut sebagai orang Indian, sebab dia yakin dia terdapat di India. Kemudian, guna menghindari membingungkan mereka dengan orang India di India, mereka bakal disebut ” Indian Amerika” atau ” Penduduk Asli Amerika “. Berdasarkan keterangan dari negara-negara Amerika, kami juga berkata tentang masyarakat “Aborigin”, “pribumi” atau “pra-Columbus” , tetapi pun ” warga asli Amerika ” untuk memutuskan populasi ini. Setelah 1492, tidak sedikit orang Amerindian bakal disembelih atau dipakai sebagai budak oleh orang Eropa. Karena penyiksaan ini, namun juga tidak sedikit virus yang diangkut dari Eropa oleh semua pemukim, populasi mereka bakal turun sampai 90% dalam satu abad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *